Si Pemuja Kesempurnaan Bagian 2

100% Tak Boleh Salah

Kelemahan si perfeksionis, mereka terkungkung oleh kekakuan. Bagaimana jika suatu ketika ia dihadapkan pada pilihan yang sedikit? Bagaimana bila pilihannya tidak dapat diwujudkan? Sewaktu bepergian baju yang tersisa hanya baju yang yang bernoda sementara baju yang lain sudah dipakai semua, misal.

Umumnya jika tak mendapatkan keinginannya, akan muncul perilaku negatif si perfeksionis. Ketika ia ngambek karena tak ada pilihan baju lain, ia mungkin akan tantrum; menjerit, melempar bajunya, bahkan memukul mama. Sebab Ia memiliki kekecewaan mendalam akibat keinginannya yang tak tercapai itu. Di situasi seperti itulah, orangtua kerap kesulitan mengatasinya. Perlu kesabaran ekstra dalam menghadapi si prasekolah yang perfeksionis.

Tanpa kesabaran, emosi kita akan sering terpicu sehingga penanganan yang kita pilih pun tidak tepat. Menghardik, mencela, atau menggunakan kekerasan ­ sik, bukan akan membuat tenang anak, justru membuatnya tambah kesal.

Solusi Realistis

Jadi apa yang perlu dilakukan? Sifat-sifat positif si perfeksionis tentu perlu terus dipupuk. Namun demikian, sikapnya yang cenderung menuntut kesempurnaan di setiap waktu dan tempat, terkadang kurang disukai lingkungan. Sifatnya yang terlalu pemilih, menginginkan kesempurnaan, inilah yang perlu diantisipasi. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua:

  1. Ada kecenderungan anak selalu ingin semuanya sempurna. Untuk itulah jika harapan si kecil tidak sesuai keinginannya, jelaskan secara perlahan, bahwa ia tak mungkin selalu mendapatkan apa yang diinginkan.
  2. Terkadang peraturan perlu diterapkan secara fleksibel. Ketika ia sedang menyusun balok susun, berikan tambahan waktu buat prasekolah sampai ia menyelesaikan permainannya meski jadwal mandinya sebenarnya telah tiba. Ini akan mengajari si kecil untuk tidak selalu bersikap kaku.
  3. Kenali kemampuan prasekolah. Jangan bandingkan dengan kemampuan kita saat seusianya atau dengan prasekolah lain. Jika ia belum mampu mengancing baju. ajarkan secara perlahan. Tidak dengan memaksa untuk bisa pada saat itu juga. Terkadang orangtua perlu bersikap realistis, agar prasekolah tidak stres. Perlu disadari orangtua yang terlalu penuntut adalah salah satu pemicu anak tumbuh menjadi sosok yang perfeksionis.
  4. Mama Papa pun harus relaks. Tak perlu langsung menghukum ketika anak melakukan kesalahan tanpa melihat alasan-alasannya. Tanyakan ke prasekolah, cari informasi kenapa ia melakukan kesalahan, jika memang tak layak dihukum ya jangan dihukum. Mungkin ia melakukan dengan terpaksa. Prasekolah terpaksa tidak membereskan mainannya karena pada saat itu ia ketakutan melihat ayam yang masuk tiba-tiba padahal ia sangat takut dengan ayam, umpama.

Usia anak akan terasa cepat sekali karena mereka akan kuliah. Untuk itu sejak dari dini berikan mereka latihan untuk bekal nanti ketika akan kuliah. Lembaga pelatihan tes masuk universitas luar negeri terpercaya adalah pilihan tepat bagi orangtua.

argan Author

No description.Please update your profile.

View all post by argan