Si Pemuja Kesempurnaan

Anak perfeksionis memiliki banyak nilai positif. Hanya saja terkadang sikap yang menuntut kesempurnaan di setiap waktu dan tempat kurang disukai lingkungan. “Enggak mau pakai yang itu, kotor!” kata Alika kepada Mbak Tinah. Si Mbak mengambilkan 4 setel pakaian lain. Gadis cilik 4,5 tahun ini mengambil baju dengan motif bunga-bunga. Sesaat kemudian ia lepaskan, karena ada benang yang menjulur dari kancingnya.

Pilihan Alika jatuh pada baju merah polos. “Aku mau pakai yang ini,” katanya. Mbak Tinah tersenyum baju itu tentu masih bagus karena baru dibeli dua hari lalu. Mama mungkin pernah melihat anak kecil yang terlalu pilih-pilih, teliti, tidak mau ada bagian yang cacat, harus sempurna. Atau mungkin si kecil Mama termasuk anak dengan tipe ini, yaitu si perfeksionis.

Si kecil ingin selalu ingin sempurna di berbagai hal. Pada Alika misalnya, ketika ingin memakai pakaian, ia ingin pakaiannya terlihat sempurna, modelnya terlihat cantik, warnanya cerah, senada antara baju dan celana/rok, dan tidak boleh ada noda sedikit pun. Pada anak-anak lain, mungkin saja pakaian ada sedikit noda tak masalah selama masih nyaman dikenakan.

Sebenarnya, bersikap teliti dan pilih-pilih adalah wajar. Ini menunjukkan anak sudah bisa menentukan pilihan dan sikap. Tahapan ini justru perlu dimiliki anak untuk mendukung tumbuh kembangnya. Terutama berkaitan dengan perkembangan kognitif.

Bisa Diajak Kerja Sama

Perfeksionis sejatinya mempunyai banyak sisi positif. Anak bisa diajak bekerja sama untuk mematuhi aturan. Ia senang dengan kerapian, kedisiplinan. Ketika selesai bermain, ia akan membereskan tanpa diminta. Ia tahu supaya mainannya tak mudah rusak, ia harus menyimpannya dengan baik.

Si perfeksionis sangat berhati-hati. Ketika makan, ia tak membuat pakaiannya ternoda, ketika mewarnai, ia akan menghindari pensil warnanya melewati garis pewarnaan, ketika bermain pasel, ia belum mau berhenti sampai permainannya selesai, ketika tangannya kotor, a akan segera mencucinya. Ini adalah karakter perfeksionis.

Mereka pun umumnya tampil lebih matang. Meski baru 5 tahun, kemampuan bisa seperti anak 9 tahun. Kematangan ini pula yang akhirnya bisa membuat anak lebih cepat untuk berpikir dan bersikap lebih dewasa.

Hal ini sangat mendukung untuk anak dapat belajar bahasa asing dengan sempurna. Di usia yang masih kecil sangat tepat untuk memberikan anak les pelajaran bahasa asing. Lembaga les bahasa asing online menjadi pilihan yang bagi orangtua. Karena selain bisa mengawasi perkembangan anak tentunya anak lebih aman belajar di rumah.

argan Author

No description.Please update your profile.

View all post by argan